Bolehkan Kerokan Saat Hamil? Simak Penjelasannya Ini!

0
161
Simak Penjelasan Kerokan Saat Hamil
Simak Penjelasan Kerokan Saat Hamil

Memasuki usia pertama kehamilan, ibu hamil akan merasakan banyak perubahan pada tubuhnya. Terkadang, berbagai perubahan itu dapat mengganggu aktivitas, bahkan menimbulkan ketidaknyamanan, seperti pegal-pegal dan masuk angin. Namun, bolehkan kerokan saat hamil dilakukan?

Merawat ibu hamil yang sakit harus lebih berhati-hati. Sebab, hal itu berurusan dengan janin yang berada di dalam kandungannya. Lantaran hal itulah, pemilihan teknik atau alternatif pengobatan tidak boleh dilakukan asal-asalan, termasuk juga mengatasi masuk angin dengan kerokan.

Ya, masyarakat Indonesia memang sudah tidak asing lagi dengan kerokan masuk angin. Bahkan, kesehatan di beberapa kawasan Asia, kerokan sudah dipercaya masyarakat untuk mengatasi berbagai gejala sejak ribuan tahun yang lalu. 

Meskipun telah dipercaya secara turun-temurun dengan banyak testimoni positif, apakah kerokan aman untuk ibu hamil? Mengingat, terdapat perubahan tubuh yang sedang terjadi pada ibu hamil, sehingga dikhawatirkan dapat mempengaruhi pertumbuhan janinnya.

Untuk mengetahui penjelasannya secara lebih mendalam mengenai kerokan saat hamil, mari mempelajari terlebih dahulu beberapa hal tentang kerokan yang bisa menjadi bahan pertimbangan untuk Anda.

Yuk, Kenali Apa Itu Kerokan!

Kerokan memiliki makna yang hampir sama dengan gua sha yang berasal dari China. Keduanya merupakan pengobatan alternatif alami yang melibatkan pengikisan kulit dengan alat pijat khusus. Teknik itu digunakan untuk meningkatkan sirkulasi darah pada tubuh. 

Dalam gua sha, teknik yang digunakan tersebut dimaksudkan untuk mengalirkan energi stagnan atau “chi” di dalam tubuh. Energi tersebut diyakini dapat bertanggung jawab untuk meredakan peradangan yang menyebabkan nyeri kronis pada tubuh, seperti artritis dan fibromyalgia.

Lantas, bagaimana cara kerja kerokan bisa mengatasi gejala-gejala masuk angin dan nyeri pada tubuh? 

Bagaimana Cara Kerja Kerokan Mengatasi Gejala Masuk Angin?

Apakah kerokan saat hamil dibolehkan?
Apakah kerokan saat hamil dibolehkan? – [Freepik]
Kerokan dilakukan dengan melakukan pengikisan pada permukaan kulit yang dapat melebarkan pembuluh darah yang ada di bawah permukaan kulit atau yang biasa disebut sebagai reaksi inflamasi. Hal ini dipercaya dapat melancarkan aliran darah dan energi “chi”.

Selain itu, pelebaran pembuluh darah inilah yang dapat memperbanyak aliran nutrisi dan oksigen yang masuk ke jaringan otot. Hal inilah yang kemudian dapat mengontrol kadar produksi zat-zat yang menyebabkan nyeri pada tubuh, seperti PGE2 dan C3. 

Badan demam akibat masuk angin juga dapat diatasi dengan teknik kerokan ini. Sebab, pelebaran pembuluh darah itu akan memicu produksi kardiovaskular, yang berfungsi meningkatkan temperatur secara ringan.

Nah, begitulah cara kerja kerokan untuk mengatasi gejala-gejala masuk angin, seperti pegal-pegal, demam, nyeri badan, dan kembung. Tak sampai di situ, kerokan juga dapat mengatasi berbagai masalah kesehatan yang lain, loh.

Ini Manfaat Kerokan untuk Kesehatan

Kerokan sudah sejak lama dipercaya oleh masyarakat sebagai alternatif pengobatan berbagai jenis penyakit ringan, seperti masuk angin. Namun, apakah kerokan hanya bisa mengatasi gejala masuk angin? 

Ternyata, kerokan memiliki banyak manfaat lainnya untuk kesehatan tubuh, di antaranya adalah meringankan gejala Hepatitis B, sakit kepala dan migrain, pembengkakan payudara, hingga mengatasi gejala sindrom perimenopause. 

Sebuah penelitian dari International Journal of Clinical Chemistry mengamati adanya penurunan enzim hati dengan indikator peradangan tinggi setelah 48 jam menjalani perawatan gua sha. Hal ini membuat peneliti percaya bahwa gua sha memang memiliki kemampuan untuk memperbaiki peradangan hati.

Sementara itu, penelitian Hu Li Za Zhi The Journal of Nursing menunjukkan bahwa ibu menyusui dapat meminimalisir pembengkakan payudara dengan perawatan gua sha dua hari setelah melahirkan. Hanya saja, terdapat teknik-teknik khusus yang harus diperhatikan saat memberikan kerokan untuk ibu menyusui.

Tak hanya itu, salah satu studi yang dilakukan di National Center for Biotechnology Information menemukan bahwa gua sha juga dapat mengurangi gejala sindrom perimenopause, seperti insomnia, kecemasan, kelelahan, dan hot flashes

Jika ditilik lebih jauh, Gua Sha atau kerokan badan ternyata memiliki banyak manfaat. Namun, bagaimana jika praktik kerokan tersebut dilakukan pada saat kehamilan? 

Ingin Kerokan Saat Hamil? Ini Pandangan Medis 

Ini Pandangan Medis Soal Kerokan Saat Hamil
Ini Pandangan Medis Soal Kerokan Saat Hamil – [Freepik]
Peningkatan kadar hormon progesteron yang dialami ibu hamil dapat melemaskan jaringan otot polos di seluruh tubuh, termasuk otot-otot yang membantu pencernaan. Itulah mengapa ibu hamil sering mengalami kembung dan rasa tidak nyaman di awal kehamilan. 

Baca Juga  Meiso Mall Kelapa Gading – Pengalaman Pijat Refleksi Tanpa Minyak Anti Alergi

Namun, bolehkan hal itu diatasi dengan kerokan? Ada beberapa pandangan yang berbeda terkait dengan keamanan kerokan saat hamil. Berikut ini kita akan membahasnya satu per satu mengenai beberapa pandangan tersebut.

  • Kerokan Tidak Boleh Dilakukan Pada Trimester 1 dan Trimester 3

Dilansir dari penjelasan dokter Eunike di laman resmi The Asian Parent, kerokan saat kehamilan tidak dianjurkan ketika usia kehamilan trimester 1. Selain itu, dr Sepriani Timurtini Limbong juga mewanti-wanti ibu hamil agar tidak melakukan kerokan pada usia kehamilan trimester ketiga atau sebelum 37 minggu.

Kerokan pada bagian belikat dan pinggang dapat memicu hormon oksitosin. Hal tersebut berisiko menyebabkan kontraksi dini. Nah, kondisi ini lebih mungkin terjadi pada saat usia kehamilan masih belum menginjak 37 minggu. 

Lebih lanjut, dr Septiani mengatakan bahwa jika usia kehamilan sudah melewati trimester tersebut, kemungkinan kerokan boleh dilakukan. Meski begitu, kerokan pada saat kehamilan juga harus dilakukan secara hati-hati. Begitu pula dengan dosis penggunaan minyak atau balsem saat kerokan.

  • Kerokan Tidak Boleh Dilakukan di Area Perut dan Leher Ibu Hamil

Bolehkan ibu hamil dikerok bagian leher? Apakah ibu hamil boleh kerokan di punggung? Nah, ini dia yang akan dijelaskan dalam pandangan kedua ini.

Pandangan kedua ini diungkapkan oleh Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Surakarta, dr. Didik Gunawan Tamtomo. Dalam hal ini, ia menjelaskan bahwa kerokan boleh dilakukan pada siapa saja asal tidak memiliki riwayat alergi atau kelainan pada kulit.

Bahkan, bayi dan balita juga bisa mendapatkan pengobatan alternatif yang satu ini. Hanya saja, kekuatan kerokan harus disesuaikan dengan usia anak. Sebab, kekuatan jaringan kulit pada anak pun berbeda-beda.

Dokter Didik menyarankan agar kerokan pada bayi dan balita dilakukan menggunakan bawang merah yang dipotong kecil-kecil. Selain itu, kerokan pada bayi dan balita terlalu lama tidak dianjurkan. Hal itu mengingat kulit bayi masih sangat lembut, sehingga rentan mengalami iritasi.

Sementara itu, untuk ibu hamil, kerokan boleh dilakukan di seluruh tubuh selain leher dan area perut. Menurut dokter Didik, kerokan di bagian punggung saat hamil masih diperbolehkan. Sebab, selain melancarkan peredaran darah, kerokan yang diberikan untuk ibu hamil juga dapat memberikan efek tenang.

  • Kerokan Boleh Dilakukan Ibu Hamil Selain di Bagian Perut

Umumnya, kerokan dilakukan di punggung, bokong, leher, lengan dan kaki. Hal itu disesuaikan dengan bagian tubuh mana yang mengalami keluhan, seperti sakit atau nyeri sendi. Karena termasuk teknik pengobatan tradisional yang alami, kerokan umumnya aman dilakukan terhadap ibu hamil.

Meski begitu, kerokan pada saat kehamilan harus dilakukan dengan lebih berhati-hati. Kerokan untuk ibu hamil boleh dilakukan asal tidak pada bagian-bagian tertentu yang dapat memicu kontraksi, seperti perut. Oleh karena itu, ibu hamil yang mengalami nyeri sendi, nyeri otot, dan linu bisa menggunakan alternatif ini.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan terkait dengan pandangan mengenai keamanan kerokan untuk ibu hamil. 

Kenali Dulu Efek Samping Kerokan Saat Hamil

Sebelum melakukan kerokan pada kehamilan, sebaiknya Anda mengetahui bahaya kerokan jika tidak dilakukan dengan hati-hati. 

Pada kondisi normal, orang akan buang angin sekitar 15 kali sehari. Namun, pada usia trimester pertama, angin dalam tubuh akan terasa lebih dari biasanya, sehingga menyebabkan ibu hamil lebih sering bersendawa atau buang air. 

Oleh karena itulah, terkadang ibu hamil butuh untuk melonggarkan pinggang agar dapat meredakan kembung. Nah, untuk mengatasi hal itu, kerokan biasanya akan menjadi alternatif pilihan yang relatif aman. Namun, ada beberapa bahaya kerokan yang perlu Anda perhatikan, terutama saat kehamilan.

  • Kerokan Menyebabkan Pecahnya Pembuluh Darah

Efek kemerah-merahan pada permukaan kulit akibat gesekan dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah kecil, sehingga menimbulkan memar. Hal ini tentu menimbulkan ketidaknyamanan tersendiri pada saat proses kerokan. 

Namun, jika Anda melakukannya dengan bantuan terapis profesional, nyeri pada proses kerokan dapat diminimalisir. Sebab, para terapis sudah memiliki keahlian khusus untuk menyesuaikan gerakan kerokan pada masing-masing customer.

  • Terjadi Pendarahan Saat Kerokan

Kerokan yang tidak dilakukan dengan teliti dan hati-hati dapat menimbulkan pendarahan. Hal ini berisiko terjadinya penyakit menular. Pasalnya, kebersihan alat penggores tidak bisa dipastikan, baik sebelum maupun sesudah digunakan. 

Oleh karena itu, kehigienisan alat kerok perlu dipastikan sebelum melakukan kerokan. Anda bisa meminta untuk menggunakan alat premium sekali pakai pada terapisnya. 

  • Risiko Fatal Pada Penderita Penyakit Tertentu

Pada beberapa kondisi tertentu, seperti penderita diabetes, orang yang memiliki gangguan pembekuan darah, pemilik daya tahan tubuh yang lemah, dan pengonsumsi obat pengencer dara, risiko kerokan dapat lebih fatal. 

Baca Juga  Mana Saja Titik Bekam yang Dilarang?

Selain itu, kerokan juga sebaiknya tidak dilakukan pada orang yang baru saja menjalani operasi dalam 6 minggu terakhir. Sebab, hal itu dapat menimbulkan efek samping yang merugikan bagi kesehatan. 

Nah, agar tidak memberikan efek samping yang parah, Anda bisa memperhatikan cara kerokan untuk ibu hamil berikut ini.

Ini Cara Kerokan Saat Hamil yang Aman

Kerokan pada ibu hamil pada umumnya aman dilakukan asal memperhatikan beberapa hal di atas. Adapun teknik kerokan yang bisa diterapkan pada saat kehamilan adalah teknik kerok tipis-tipis dan tidak pada bagian punggung perut atau pinggul. 

Selain itu, kerokan pada ibu hamil sebaiknya tidak dilakukan sampai keluar darah. Salah satu tips yang bisa Anda lakukan adalah kerokan sampai punggung bagian tengah. Yang perlu Anda perhatikan adalah agar tidak kerokan pada trimester 1 dan trimester 3. 

Nah, agar tidak menimbulkan efek yang membahayakan, baik bagi ibu hamil maupun janin dalam kandungannya, ada beberapa langkah kerokan aman yang bisa Anda lakukan.

  • Pastikan Alat Higienis

Anda harus memilih alat kerok yang benar-benar aman. Pastikan alat tersebut tidak menimbulkan iritasi pada kulit saat digunakan. Hal yang perlu diperhatikan juga adalah kebersihan alat yang digunakan. Setidaknya, bersihkan alat tersebut dengan air mengalir dan sabun. 

  • Gunakan Minyak Pelicin

Jangan sampai Anda tidak menggunakan minyak pelicin saat proses kerokan. Sebab, gesekan benda tumpul pada permukaan kulit juga berisiko menimbulkan iritasi. Nah, dengan adanya minyak pelicin atau lotion tersebut, Anda bisa meminimalisir gesekan yang dapat menyebabkan luka pada kulit.

  • Lakukan Gesekan dengan Kekuatan Lemah

Sebaiknya, Anda melakukan kerok dengan kekuatan lemah hingga sedang. Pastikan agar gesekan pada kulit tidak terlalu kuat agar tidak menimbulkan iritasi atau mengeluarkan darah. Sebab, kondisi tersebut bisa saja membahayakan kondisi janin dalam kandungan, apalagi jika memicu produksi hormon oksitosin.

Ini Alternatif Lain yang Bisa Dilakukan Ibu Hamil Saat Masuk Angin

Pijat Ibu Hamil Sebagai Alteratif Kerokan
Pijat Ibu Hamil Sebagai Alteratif Kerokan – [Freepik]
Jika Anda merasa kurang yakin melakukan kerokan, Anda bisa menggunakan alternatif lain untuk mengatasi masuk angin. Salah satu alternatif yang bisa Anda gunakan adalah melakukan pijat ibu hamil. Apalagi, saat ini memang ada layanan khusus pijat ibu hamil, bahkan SPA ibu hamil.

Lebih dari itu, pijat ibu hamil memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan ibu dan anak. Selain untuk mengembalikan kebugaran tubuh, pijat saat hamil juga memiliki manfaat lain seperti berikut.

  • Meredakan gejala depresi dan mengurangi kecemasan pada ibu hamil akibat penurunan kadar kortisol.
  • Mengurangi pembengkakan pada area kaki atau edema.
  • Meredakan nyeri otot dan sendi di bagian punggung dan kaki.
  • Meningkatkan aliran oksigen ke seluruh otot dan jaringan dalam tubuh.
  • Melancarkan peredaran darah dan merilekskan otot-otot yang tegang akibat kehamilan.
  • Mengurangi risiko kelahiran prematur pada kandungan.
  • Meningkatkan kualitas tidur pada ibu hamil.
  • Meningkatkan kebahagiaan pada ibu hamil. Hal itu dipicu oleh meningkatnya kadar hormon dopamin dan serotonin yang mengatur suasana hati. 

Rekomendasi Pijat Ibu Hamil

Saat ini, pijat ibu hamil atau mom and baby SPA massage tidak sulit lagi ditemukan. Selain di pusat-pusat SPA dan kesehatan, Anda juga bisa merasakan sensasi pijat khusus untuk ibu hamil dan anak di rumah Anda sendiri. 

Sebab, saat ini telah hadir berbagai penyedia layanan pijat yang berbasis aplikasi. Inovasi tersebut dapat memudahkan Anda untuk menghadirkan para terapis andal dan profesional ke hadapan rumah Anda. Tanpa keluar rumah Anda sudah bisa merasakan sensasi beragam jenis pijat, termasuk pijat untuk ibu hamil.

Nah, salah satu aplikasi yang juga menawarkan berbagai layanan pijat lengkap adalah Halo Jasa. Melalui aplikasi tersebut Anda bisa memesan pijat sesuai dengan kebutuhan Anda dengan harga yang transparan. 

Seluruh terapis di penyedia layanan ini juga sudah memiliki sertifikat keahlian dan pengalaman yang mumpuni. Bahkan, Anda juga akan diberikan jaminan layanan berupa garansi dan asuransi melalui aplikasi ini. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir lagi soal kualitas layanan yang diberikan Halo Jasa.

Kesimpulan

Artinya, ada beberapa pendapat yang perlu Anda jadikan pertimbangan untuk melakukan kerokan pada saat kehamilan. Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan beberapa cara untuk meminimalisir risiko kerokan pada ibu hamil.

Jika Anda merasa tidak yakin dengan kerokan saat hamil, Anda bisa menggunakan alternatif lain seperti pijat panggilan online 24 jam. Nah, itulah uraian mengenai bahaya dan risiko kerokan pada ibu hamil yang bisa Anda jadikan pertimbangan. Semoga uraian ini bisa membantu Anda mengatasi masuk angin dengan lebih tepat dan aman.