Hati-Hati! Tak Teliti Membeli Tanah Bikin Rugi!

0
3443
Hati-Hati! Tak Teliti Membeli Tanah Bikin Rugi!

Hati-hati! Tak teliti membeli tanah bikin rugi! Sebuah kerugian bisa menimpa siapa saja yang tak teliti dalam membeli tanah. Tak tanggung-tanggung, kerugian hingga ratusan juga rupiah bisa dialami oleh setiap orang yang membeli tanah. Pasalnya, selama ini banyak kasus yang melibatkan para penjual dan pembeli tanah. Masalahnya pun beragam mulai dari tanah yang masih dalam status sengketa hingga surat-surat tanah yang tidak asli. Dalam hal ini kebanyakan para pembeli tanahlah yang sering dirugikan.

Untuk itu, perlu adanya ketelitian dalam jual beli tanah. Berikut ada beberapa cara yang sebaiknya diperhatikan oleh setiap orang yang hendak membeli tanah agar tidak tertipu dan rugi di kemudian hari.
1. Ketahui penyebab jual beli jadi tidak sah
Seorang pembeli tanah harus mengetahui dengan pasti beberapa penyebab jual beli tanah menjadi tidak sah. Pengetahuan tentang tidak sahnya jual beli dapat sebenarnya bisa didapat dari pengalaman banyak orang bahkan di internet kita dapat mengetahui setiap penyebab tidak sahnya jual beli tanah. Salah satunya ialah tanah yang akan dibeli merupakan tanah sengketa. Tanah sengketa merupakan tanah yang masih dalam tahap sengketa pihak-pihak tertentu. Dalam beberapa kasus, tanah sengketa ini bisa melibatkan pemilih sah tanah, ahli waris serta pihak-pihak lainnya yang merasa berhak atas tanah tersebut. Waspadalah bila tanah yang Anda beli termasuk tanah sengketa karena bukan tidak mungkin proses jual beli tersebut akan membutuhkan waktu panjang bahkan berujung di pengadilan.

Agar terhindar dari jual beli tanah sengketa, sebaiknya sebelum membeli tanah pastikan dahulu meluangkan waktu Anda untuk melihat secara langsung tanah yang dijual. Periksalah secara seksama kondisi tanah yang dijual sama persis dengan apa yang ditawarkan penjual kepada Anda. Tak hanya itu, dalam tahap ini sebagai pembeli Anda berhak mengecek langsung luas tanah yang ditawarkan. Sesuaikan luas tanah sesuai dengan sertifikat tanah. Hal ini dilakukan agar tanah yang Anda beli benar-benar tanah yang bersih alias bukan tanah sengketa.

2. Melihat secara langsung kondisi tanah
Melihat secara langsung kondisi tanah adalah salah satu cara paling praktis untuk menghindari kecurangan dalam jual beli tanah. Dalam tahapan yang satu ini, setiap pembeli tanah sebaiknya melihat secara langsung kondisi tanah, ukuran tanah, batas-batas tanah dan bentuk tanah yang hendak dibeli. Pastikan Anda juga memiliki informan terpercaya untuk mencari informasi mengenai batas-batas tanah tersebut. Informan ini bisa berupa orang-orang yang tinggal tidak jauh dari wilayah tanah yang dibeli. Hal ini sangat penting mengingat tujuan utama pembelian tanah. Bila tujuan pembelian tanah adalah untuk investasi sebaiknya lihatlah detail kondisi tanah apakah tanah tersebut masih dalam keadaan yang bagus untuk beberapa tahun ke depan. Perlu diingat, kontur tanah di daerah pegunungan dengan tanah yang berada di wilayah perkotaan bisa saja berbeda dari tahun ke tahun. Pasalnya tidak menutup kemungkinan, tanah yang Anda beli berada di wilayah yang rawan longsor.

Sementara itu, bila tujuan pembelian tanah adalah untuk membangun rumah pribadi maka melihat kondisi tanah juga merupakan tahapan penting. Dengan melihat kondisi tanah, kita dapat menganalisa seberapa besar pengeluaran yang dibutuhkan untuk tambahan infrastruktur. Pasalnya, bisa saja tanah yang dibeli berada di wilayah yang susah untuk dialiri air. Bila membangun rumah di tanah tersebut maka tentu saja kita membutuhkan biaya tambahan untuk memasang irigasi air. Hal ini biasanya terjadi di daerah yang baru saja berkembang sehingga aliran irigasinya masih belum sepenuhnya teratasi. Selebihnya, dengan mengecek kondisi tanah setiap pembeli dapat melihat rata tidaknya tanah. Anda perlu menganalisa biaya tambahan yang dikeluarkan untuk mengeruk atau bahkan meratakan tanah yang memiliki kontur tidak rata.

3. Memeriksa dokumen yang berkaitan dengan tanah
Seorang pembeli juga dituntut untuk mencermati dokumen yang berkaitan dengan tanah yang akan dibeli. Pasalnya, bisa saja nama pemilik asli tanah berbeda dengan nama penjual. Hal inilah yang di kemudian hari dapat menimbulkan permasalahan yang berakibat merugikan pembeli tanah. Cermati dokumen-dokumen yang berkaitan dengan tanah misalnya saja sertifikat tanah, identitas pemilik tanah hingga dokumen perjanjian jual beli tanah. Bila Anda membeli tanah milik bersama alias bukan milik perorangan sebaiknya cek terlebih dahulu siapa pewaris tanah dan pemilik asli tanah tersebut. Mengabaikan identitas asli para pewaris tanah adalah hal yang akan merugikan pembeli. Pasalnya, bisa saja salah satu pewaris tanah tidak menyetui penjualan tanah tersebut. Besar kemungkinan akan ada pihak-pihak yang menggugat penjualan tanah tersebut.
Di sisi lain nama-nama pemilik tanah yang sah, Anda juga perlu melakukan negoisasi dengan penjual. Beberapa pertimbangan yang dapat Anda ajukan dalam proses negoisasi harga adalah keadaan tanah, kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi dalam beberapa tahun ke depan yang menyebabkan tanah menjadi tidak rata, biaya-biaya yang mungkin harus ditanggung saat mendirikan rumah di atas tanah tersebut seperti biaya pembuatan saluran air dan lainnya. Dengan begitu, Anda akan terhindar dari kerugian yang besar di kemudian hari.

Nah, itulah beberapa cara yang akan membuat Anda terhindar dari kerugian besar akibat kecurangan dalan jual beli tanah. Cara lainnya agar Anda tidak rugi setelah membeli tanah ialah dengan memanfaatkan jasa notaris PPAT. Notaris PPAT akan membantu Anda dalam menyiapkan dokumen-dokumen, memeriksa keaslian dokumen tanah dan memastikan Anda tidak dicurangi oleh penjual tanah. Jasa notaris PPAT dapat ditemukan di portal halo jasa. Di sini Anda dimudahkan dalam mendapatkan seorang notaris PPAT berpengalaman. Lebih dari itu, Anda dapat menjadi pengguna beragam jasa mulai dari jasa guru musik, jasa yang mengatasi masalah hukum hingga jasa perbaikan rumah.

Facebook Comments
love
Senang
0%
haha
Terinspirasi
0%
wow
Netral
0%
sad
Sedih
0%
angry
Marah
0%