6 Masalah Hukum yang Kerap Dihadapi Pebisnis Jasa

0
10515
Masalah Hukum yang Kerap Dihadapi Pebisnis

Masalah Hukum yang Kerap Dihadapi Pebisnis – Dalam berbisnis, Anda akan menghadapi banyak rintangan. Rintangan ini tak hanya seputar penjualan, menghindari kerugian, dan klien yang sulit. Anda pun bisa saja bersinggungan dengan jalur hukum.

Semakin besar bisnis Anda, semakin besar pula upaya yang datang untuk menggoyangkan bisnis Anda. Berikut ini beberapa masalah hukum yang kelak beresiko dihadapi Anda selaku pebisnis jasa. Apa saja?

Belum Punya Legalitas

Banyak bisnis jasa kecil yang belum memiliki badan hukum yang jelas. Sebagian dari mereka juga kurang memiliki pemahaman tentang aspek legalitas dan perizinan, termasuk persyaratan yang perlu dipenuhi, serta prosedur yang dilalui untuk menyelesaikan prosesnya.

Apabila benar-benar baru dimulai, mungkin bisnis Anda belum membutuhkan hal ini. Namun apabila sudah mulai berjalan, bisnis Anda perlu pendampingan dari penasihat hukum. Jika belum punya, Anda dapat mencari pendampingan dari jasa Penasihat Hukum yang tersedia di Halojasa.

Gagal Mengembalikan Pinjaman

Salah satu kendala hukum yang sering dihadapi pengusaha kecil adalah meminjam uang di Bank/Koperasi untuk modal, namun setelah itu pengusaha tersebut gagal mengembalikan pinjaman. Apabila sudah beberapa kali tidak mampu mengembalikan pinjaman, pihak peminjam akan memanggil paksa si pemohon pinjaman, bahkan membawa masalah ini ke jalur hukum. Apakah gagal membayar hutang untuk modal usaha dapat berujung penjara? Jawabannya tergantung.

Apabila Anda gagal membayar hutang, belum tentu dihukum pidana. Gagal mengembalikan pinjaman termasuk hukum perdata, sehingga Anda tidak dipidana apabila pelanggaran ini terjadi. Artinya? Anda tidak akan dipenjara bila tidak bayar hutang.

Kecuali…. Uang yang Anda pinjam yang seharusnya untuk modal usaha, malah Anda gunakan untuk kebutuhan dapur. Yang berarti, apabila uang tersebut digunakan di luar perjanjian yang disepakati (dalam hal ini digunakan selain untuk modal usaha), Anda bisa kena pidana atas tindak penipuan atau penggelapan.

Tapi apabila uang tersebut sejak awal digunakan hanya untuk modal usaha, dan tidak digunakan untuk memenuhi keperluan pribadi, maka Anda hanya dikenakan hukum perdata. Meskipun gagal mengembalikan pinjaman tidak dapat dipidanakan, namun tentu saja Anda ingin memiliki bisnis yang bersih dari sentuhan tangan hukum.

Untuk mengantisipasi hal ini, Anda harus benar-benar memisahkan uang pinjaman dari rekening pribadi. Jangan mencampurkan uang pinjaman Anda untuk kebutuhan di luar perjanjian. Bila perlu, simpan semua kwitansi terkait pembelanjaan untuk usaha Anda, sehingga Anda punya bukti ketika suatu saat tidak mampu bayar hutang.

Selain itu, buatlah perjanjian di awal pada pihak peminjam, untuk apa saja uang pinjaman Anda kelak digunakan. Sehingga ketika memang suatu saat Anda tidak bisa bayar hutang, Anda tetap berada dalam ranah hukum perdata.

Tersandung Kasus Diskriminasi / Pelecehan

Indonesia terdiri dari beragam ras dan agama. Namun, kini sering terjadi konflik terkait perbedaan ras, pandangan politik, dan agama. Jika bisnis Anda tersandung masalah ini, dampaknya tidak main-main. Apalagi saat ini isu SARA semakin sensitif dan mudah sekali menyebar di jejaring sosial. Anda tentu tidak ingin reputasi Anda maupun bisnis Anda terganggu, apalagi bila masalah diskriminasi ini dibawa ke jalur hukum. Bagaimana cara menghadapinya? Yang pertama, pastikan Anda sudah memiliki penasihat hukum.

Bila saat ini usaha Anda belum memiliki penasihat hukum, Anda dapat mencarinya di Halojasa. Untuk mencegah konflik diskriminasi terjadi di dalam bisnis Anda, selama proses perekrutan pastikan Anda menerima pelamar yang terbebas dari tuduhan atau rekam jejak diskriminatif. Pastikan juga Anda memilih karyawan ini tidak berdasarkan ras atau agama, untuk membuktikan bahwa Anda mempekerjakan individu yang paling berkualitas, tanpa memandang jenis kelamin, etnis atau usia.

Secara rutin awasi hubungan sesama karyawan dalam bisnis Anda. Pastikan bahwa tidak ada diskriminasi di antara mereka, dan pastikan mereka mengambil suatu keputusan interpersonal tanpa tercampuri masalah rasial.

Pelecehan – entah itu terkait seksual, rasial atau yang lainnya – dapat menjadi masalah serius di tempat kerja yang terdiri dari berbagai etnis dan agama. Pertemuan rutin dan komunikasi dengan karyawan akan memungkinkan Anda untuk mencegah pelanggaran ini, menghentikannya sebelum menyebar ke seluruh karyawan lain.

Korban pelecehan dan diskriminasi cenderung menarik perhatian media dan netizen. Ujung-ujungnya ini dapat melukai branding bisnis Anda, sekaligus menguras anggaran hukum Anda. Image result for law pixabay

Tidak Memiliki Izin Usaha

Banyak pebisnis jasa yang mengabaikan pentingnya mempunyai izin usaha. Padahal, izin usaha adalah kekuatan hukum yang membuat brand atau layanan jasa Anda semakin terpercaya. Sebagian pebisnis menganggap mengurus izin usaha hanya membuat repot dan akan memakan biaya. Padahal, sebenarnya izin usaha tidak dibebankan biaya apapun, alias gratis. Mungkin untuk bisnis yang benar-benar baru dimulai, tidak masalah bila belum memiliki izin usaha. Namun beda ceritanya jika usaha Anda mulai berkembang menanjak.

Izin usaha dapat Anda gunakan sebagai salah satu syarat dalam meminjam uang di Bank atau Koperasi sebagai tambahan modal. Terlebih, jika kelak bisnis Anda sudah memiliki lokasi permanen. Apabila Anda tidak mempunyai izin usaha, Satpol PP terpaksa menutup usaha Anda, hingga Anda memiliki surat izin.

Hak Cipta dan Isu Paten

Perusahaan jasa, terutama yang berkecimpung di industri teknologi sering menghadapi litigasi paten yang agresif. Anda dapat dituding melakukan peniruan atau plagiarisme. Pelanggaran semacam ini ada yang disengaja, adapula yang tidak. Bahkan saat Anda merasa tidak melanggar pun, Anda perlu waspada.

Saat ini banyak juga pihak-pihak culas yang mencari uang dengan memendam paten. Mereka mendiamkan suatu paten dalam waktu bertahun-tahun. dengan harapan perusahaan lain secara tidak sengaja melanggar secuil saja paten ciptaan mereka, untuk kemudian mendapatkan uang dengan mudah melalui tuntutan hukum paten dan hak cipta.

Pada tahap pengembangan berbagai layanan jasa, branding, maupun nama bisnis Anda, pastikan Anda benar-benar meneliti paten dan hak cipta yang ada. Sebisa mungkin hindarilah ribetnya bertarung di meja hukum karena tanpa sengaja menginjak ekor pesaing.

Pelanggan yang tidak puas

Pelanggan yang tidak puas dapat mengajukan tuntutan hukum pidana terhadap bisnis Anda, di mana mereka berkumpul dalam segerombol konsumen besar dan menyerang bisnis Anda karena layanan atau janji yang salah. Apabila cukup banyak pelanggan yang tidak puas, tuntutan hukum dapat merusak nama baik Anda maupun perusahaan Anda, hingga tahap yang tak bisa diperbaiki lagi.

Dalam hal ini, bersikaplah proaktif dan jaga komunikasi pelanggan Anda melalui dukungan teknis, bulletin board online dan e-mail. Dengarkanlah komplain klien Anda, dan berusahalah memberikan solusi terbaik untuk menyelesaikan klien tersebut.

Masalah Hukum Lainnya

Beberapa hal tadi adalah perkara hukum yang kerap dihadapi pebisnis jasa. Kami belum menyebutkan ligitasi pajak serta konflik hukum dengan pesaing yang dapat beragam. Namun intinya adalah pastikan Anda selalu aktif mencegah kemungkinan terjadinya pelanggaran hukum.

Anda juga perlu memiliki tim hukum yang solid untuk mendukung Anda jika kelak dituntut. Jika Anda saat ini belum punya, Anda dapat mencari jasa pendampingan hukum yang tersedia di Halojasa.

Semoga bermanfaat!

Facebook Comments
love
Senang
25%
haha
Terinspirasi
43%
wow
Netral
12%
sad
Sedih
6%
angry
Marah
12%