4 Hal Yang Mempengaruhi Tekanan Debit Air Kran

0
43720
Hal yang Mempengaruhi Tekanan Debit Air Kran

Hal yang Mempengaruhi Tekanan Debit Air Kran – Tekanan debit air kran tentu sangat mempengaruhi aktiitas Anda saat sedang melakukan kegiatan yang berhubungan dengan air seperti menucuci baju atau menyirami tanaman. Anda tentu akan merasa kesal ketika mengisi bak mandi tetapi air yang mengalir sangat kecil sehingga butuh waktu yang lama sampai bak mandir terisi air penuh. Belum lagi shower dan wastafel yang memiliki aliran air kecil tentu sangat menganggu.  Atau mungkin Anda harus menitipkan cucian pada jasa laundry hanya karena aliran air sangat kecil.

Saat ini hampir setiap rumah sudah memiliki bak penampungan air atau toren yang diletakkan pada tempat yang tinggi dengan tujuan memperbesar debit air saat keluar menuju kran, shower, wastafel atau saluran output lainnya. Hanya saja debit air yang mengalir terkadang masih kecil apalagi ketika Anda harus membuka secara bersamaan dengan kran lain tentu aliran akan sangat sedikit. Untuk mengatasi masalah ini maka Anda harus menemukan terlebih dulu apa penyebab debit air kran yang mengalir lemah. Untuk itu Anda harus memperhatikan 4 hal yang mempengaruhi tekanan debit air kran.

Luas Penampang Saluran

Besarnya luas penampang saluran atau diameter pipa sangat berpengaruh pada jumlah kapasitas air yang ditampung. Semakin besar diameter pipa tentu jumlah air yang ditampung akan semakin banyak. Kesalahan yang paling sering dilupakan oleh orang-orang adalah memasang pipa instalasi dengan ukuran ½ inch dan ingin debit air deras. Padahal dengan memasang pipa ukuran ½ inch maka debit air yang dikeluarkan air kran akan sangat lemah. Ketika pipa sudah dioperasikan tidak jarang Anda akan sangat kecewa dengan debit air yang keluar.

Solusi yang biasanya dipakai adalah memilih pompa dorong untuk membnatu menambah tekanan air pada toren menuju instalasinya agar air yang dipancurkan menjadi deras.  Sayangnya cara ini tidak selalu sukses diterapkan karena debit air tidak selalu deras bahkan bisa jadi tetap sama. Untuk itu sebelum memasang pipa sebaiknya Anda perhatikan dulu detail yang akan dibutuhkan, sehingga ketika pipa sudah terpasang hasilnya tidak mengecewakan. Tidak akan ada masalah tentang air kran yang lemah atau pun shower yang hanya mengeluarkan air sedikit.

Skema Instalasi Pemipaan

Pemasangan instalasi pipa air untuk kebutuhan rumah tangga memang terlihat sederhana jika dibandingkan dengan pemasangan pada perusahaan atau pabrik. Meskipun terbilang sederhana nyatanya pemasangan skema instalasi pemipaan yang tepat akan memberkan benefit yang baik untuk saluran air yang keluar baik melalui kran atau pun shower, walau terbilang sederhana nyatanya banyak orang yang tidak terlalu memperhatikan bagian satu ini sehingga menyebabkan beberapa masalah di kemudian hari.  Itu sebabnya jika Anda ingin melakukan perbaikan pada instalasi pemipaan maka Anda harus mendapatkan seorang yang ahli dibidangnya agar hasil yang diberikan pun optimal. Di jaman yang modern ini pun Anda tidak perlu harus berkeliling mencari orang yang menawarkan jasa perbaikan, Anda cukup membuka situs halo jasa dan menemukan ahlinya untuk mengatasi masalah Anda. Anda juga bisa mengakses situ halo jasa dari handphone dan mengunduh aplikasinya di google playstore. Menikmati kemudahan teknologi untuk berbaga hal tentu akan membuat kehidupan lebih mudah.

Perhatikan Ketinggian Toren

Ketinggian toren menjadi salah satu masalah yang penting karena memiliki pengaruh yang besar pada debit air yang keluar.  Tinggi air yang kurang memadai menyebabkan tekanan yang diberikan rendah sehingga debit yang keluar juga lemah. Dalam hal ini teori grafitasi perlu diterapkan bahwa posisi pemasangan toren atau tandon yang tinggi akan meningkatkan tekanan jatuhnya air ke bawah. Untuk itu pastikan Anda memiliki persiapan yang matang sebelum memasang toren. Perhatikan juga ketinggian yang dibutuhkan serta lokasi yang mudah untuk dijangkau saat memasang toren agar aliran air berjalan dengan baik dan mencukupi kebutuhan di dalam rumah. Dengan begitu Anda tidak perlu bingung menunggu debit air yang lemah sementara Anda harus berangkat pagi-pagi ke kantor. Belum lagi saat Anda menyalakan shower sedangkan di dapur sedang mencuci piring dan air kran yang keluar sangat sedikit bahkan bisa sampai hanya beberapa tetes saja, untuk menghindari hal ini maka butuh perencanaan yang matang dalam mengukur ketinggian toren. Anda bisa bertanya pada ahlinya jika mengalami kesulitan. Dengan bertanya pada sang ahli yang memiliki pengalaman dalam urusan instalasi pipa maka Anda akan mendapatkan jawaban yang benar sehingga bisa Anda jadikan patokan saat memasang toren lagi.

Volume Tandon

Selain ketinggan volume tandon juga perlu diperhatikan. Ketika toren atau tandon sudah memiliki ketinggian yang tepat tetapi volume atau kapasitas yang dimiliki tidak besar maka hal ini juga menjadi salah satu faktor yang berpengaruh pada tekanan air. Ketika ada 2 toren, toren pertama memiliki ketinggian 1 meter dengan kapasitas 1000 liter dan pada bagian bawahnya diberi lubang sebesar ¾ inch. Sedangkan toren ke dua memiliki tinggi 1 meter dengan kapasitas 700 liter. Di antara ke dua toren ini yang memiliki debit air deras adalah toren pertama. Untuk mengetahui kecepatan air maka Anda bisa memakai rumus debit satuan m3/s. Cara perhitungannya adalah total volume dibagi waktu habisnya air. Dengan mengetahui volume tandon maka Anda bisa memperkirakan apakah debit air akan deras atau lemah. Ketika menyadari dbit air lemah maka Anda mengetahui apa yang harus dilakukan.

Baca juga: 5 Tips Yang Harus Dilakukan Agar Pompa Air Tahan Lama

Facebook Comments
love
Senang
48%
haha
Terinspirasi
14%
wow
Netral
14%
sad
Sedih
3%
angry
Marah
18%